Kunang-Kunang : Outdoor Cafe
Maret 31, 2007

Bisa dikatakan Surabaya sangat kekurangan resto-cafe dengan ambience yang OK’s banget (atau mungkin aja gw kurang tau hehe..) Kalo mau disebutkan bbrp yang bagus mungkin para Initialers Surabaya mengangguk setuju bila gw sebut Palimanan, Kunang-Kunang dan Kahyangan. Lately gw juga denger kalo Portufino punya suasana yg romantis. Tanggal 20 Feb’07 -buset, lama amat ya- gw ada dinner di Kunang-Kunang Outdoor Cafe (KK). Itu kali kedua gw kesana, pertama kali sekitar akhir 2005. Kunjungan kedua kali ini ada bbrp hal yg berbeda :
- Tidak ada fog lagi di entrancenya yg indah itu. Padahal bikin suasana jadi layaknya nirwana

- Sepi ! Yah mungkin karena gw datangnya midweek. Cuma 2-3 table yg occupied.
- No livemusic. 3S, sunyi sepi sendiri.
But no problem, justru karena suasana yg sepi bikin pembicaraan malam itu berlangsung hangat dengan Vanda, teman gw yg pulkam ditengah rutinitas studinya di negri Singa.
Continue reading ‘Private: Kunang-Kunang : Outdoor Cafe’
Starbucks Caramel Macchiato
Maret 25, 2007
Masih musim hujan nih. Kalo sang hujan mengguyur waktu sore hari, paling enak makan-minum yg panas2. Apalagi kalo minumnya Caramel Macchiato. Hmm.. Minuman yg addictive dan populer banget di kedai kopi Starbucks. Gw bukan penggemar berat Starbucks sih. Nongkrong disana pun cuma kalo ada promo BCA card ‘buy 1 get 1′ :p But my bestfren of mine, Mel, introduce me to this fascinating drink.
[.... snipped ....]

300 : Tonight We Dine in Hell
Maret 18, 2007

Tonight we dine in hell !!!
Yap, tag line ini udah menggambarkan segala-galanya dari felem “300″. Pertumpahan darah menjadi sajian utama selama durasi 1 jam 56 menit. Dari segi cerita sih biasa aja, hanya saja efek visualnya bagus. Mirip dgn Skycaptain and The World of Tomorrow, sebagian besar scene-nya dishoot dgn menggunakan bluescreen.
[......snipped.......]
Sedikit Sentilan dari Bule
Maret 18, 2007
Tadi siang dapat forward email dari Din2. Isinya tentang artikel di The Jakarta Post yang mengangkat opini seorang bule londo tentang attitude orang kita (baca : org indo). Berikut isi artikel tersebut : ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Concerned only with money
Since 1991 I have visited many places in Indonesia , from Medan to Makassar.
As I learned Bahasa Indonesia I can easily mingle with ordinary Indonesians. My first opinion about Indonesia was very positive. Most people greeted me and invited me to their homes. In particular people in the countryside are very happy when a westerner visits their village.
After staying a long time in this country and having talked with many people at all social levels, from farmers to government officials, it seems that most have only one topic which keeps them entertained: money.
In my country, the Netherlands , people have many hobbies and ambitions. Dutch children as young as four years old want to become doctors, police officers, dentists, lawyers, musicians, dancers, etc. They are encouraged by their parents to swim, dance, sing, draw cartoons, love animals, respect nature and so on. Indonesian children simply hang around all day in the vicinity of their house without having anything to do.
They aren’t encouraged by their parents to do something useful as these parents only watch television,chat with neighbors or, even worse, sleep.
[......snipped.......]
Read More..
GooTa – Japanese Charcoal Grill & Cafe
Maret 8, 2007

Dulu resto sajian Jepang identik dgn suasana yg tradisional & konservatif. Kini kesan itu mulai luntur dgn munculnya resto2 jepang yg lebih nge-pop. Contohnya, di Surabaya ada Hachi-hachi bistro, Sushi Hana dan GooTa yang diminati penikmat masakan jepang muda-usia. Yang menjadi fokus kali ini adalah GooTa, resto hidangan Jepang & Korea yg berlokasi di Cityawlk Supermall (PTC) -mall favorit saya 
The Ambience
Resto ini bergaya modern, terdiri dari 2 lantai dimana lantai 2 khusus untuk shabu2. Sebuah layar LCD dipasang untuk menampilkan siaran tivi kabel. Musik pun mengalun rancak beraliran pop-rock Korea & Jepang seperti JTL & Teriyaki Boyz (Tokyo Drift).
