Help me Dim Sum Lovers ..
Juni 24, 2007
Bulan lalu coba makan Dim Sum di Fu Yuan Palace, Citywalk Supermall (PTC). Mumpung ada promo diskon 50% untuk menu dim sum khusus pas makan siang (pukul 12.00-15.00). Secara harga dikelompokkan jadi 3 jenis : ukuran small (9.8K), medium (11.8K) dan large (15K). 18 basket ludes di perut saya dkk (total 6 org). Soal rasa, hampir semuanya lumayan enak sih. Sayang saya lagi bermasalah dgn gigi, jadi gak terlalu enjoy .. =(
Untuk minumnya bisa pilih aneka teh : Jasmine, Chrysanthemum & U Long (6K per poci).
Oh ya.. karena gak terlalu familiar dgn dim sum, saya gak tau nama2 dim sum yg disajikan. Mungkin dim sum lovers ada yg bisa kasi info nama2 dim sum dibawah ini ?
(maaf juga, minim deskripsi, mulai pikun)
ps : thx for pilix udah ngingetin bbrp detail 
Actually, I already knew some of them, but I’ll keep it secret until u mention your version 
Kunang-Kunang : Outdoor Cafe
Maret 31, 2007

Bisa dikatakan Surabaya sangat kekurangan resto-cafe dengan ambience yang OK’s banget (atau mungkin aja gw kurang tau hehe..) Kalo mau disebutkan bbrp yang bagus mungkin para Initialers Surabaya mengangguk setuju bila gw sebut Palimanan, Kunang-Kunang dan Kahyangan. Lately gw juga denger kalo Portufino punya suasana yg romantis. Tanggal 20 Feb’07 -buset, lama amat ya- gw ada dinner di Kunang-Kunang Outdoor Cafe (KK). Itu kali kedua gw kesana, pertama kali sekitar akhir 2005. Kunjungan kedua kali ini ada bbrp hal yg berbeda :
- Tidak ada fog lagi di entrancenya yg indah itu. Padahal bikin suasana jadi layaknya nirwana

- Sepi ! Yah mungkin karena gw datangnya midweek. Cuma 2-3 table yg occupied.
- No livemusic. 3S, sunyi sepi sendiri.
But no problem, justru karena suasana yg sepi bikin pembicaraan malam itu berlangsung hangat dengan Vanda, teman gw yg pulkam ditengah rutinitas studinya di negri Singa.
Continue reading ‘Private: Kunang-Kunang : Outdoor Cafe’
300 : Tonight We Dine in Hell
Maret 18, 2007

Tonight we dine in hell !!!
Yap, tag line ini udah menggambarkan segala-galanya dari felem “300″. Pertumpahan darah menjadi sajian utama selama durasi 1 jam 56 menit. Dari segi cerita sih biasa aja, hanya saja efek visualnya bagus. Mirip dgn Skycaptain and The World of Tomorrow, sebagian besar scene-nya dishoot dgn menggunakan bluescreen.
[......snipped.......]
Introduce you : inijie.com
Februari 27, 2007
Yap, finally.. I proudly present : inijie.com
Buat para initialers yg suka dgn isi blog ini, bisa terus menikmatinya di domain baru tersebut. Bedasarkan statistik, pengunjung blog ini paling sering mencari artikel kuliner dan handphone. Dan saya akan tetap mengulas mengenai 2 tema itu.
Trims dukungannya selama ini
Hai Initialers : Continue or not to ..
Januari 31, 2007
Tak terasa sudah lama blog ini saya abaikan. Sebenarnya saya sudah lebih dari 5 bulan serius neg-blog di :
- Multiply : http://geewaq.multiply.com
- Friendster : http://geewaq.blogs.friendster.com/
Namun dalam bberapa kali kunjungan ke WordPress untuk sekedar melihat statistik, ternyata jumlah visit blog ini lumayan -lebih dari 700 page hit :)
Dari statistik tercatat beberapa keyword bertemakan kuliner mengantarkan para visitor masuk ke blog ini. Disini terlihat keunggulan wordpress jauh lebih baik search engine indexing-nya daripada Multiply & Friendster
Skrg.. saya berpikir untuk mengembangkan blog kuliner ini secara lebih profesional. Mungkin dalam bentuk domain sendiri. Tunggu saja kelanjutannya yah
Dont hesitate to contact me at geewaq@gmail.com if ur’e interested to know me more. Adios..
Santapan ala Balikpapan
Agustus 28, 2006
“Balikpapan tuh hutan semua yah?”
“Tetangga2 lo orang Dayak yah ?”
“Kalo keluar rumah naik rakit atau sampan?”
Itulah beberapa komentar kurjar (kurang ajar,red) dari org2 yg nilai geografinya jelek. Kecil2 gitu Balikpapan -dari sini saya singkat Blpp aja- juga ada mall, ada Pizza Hut dan ada BreadLife (baru!). Tgl 18-21 Aug’06 saya long weekend di blpp. Gak bisa kasi oleh2 buat sobat Initalers kecuali artikel food reference. Sorry guys, gaji saya habis buat beli tiket
Kali ini tidak 1 tempat tapi 2 sekaligus. Eit..eit.. tahan dulu liur kamu…
First place, pujasera Pacifica di Plaza Balikpapan. Bertempat di lantai dasar plaza mini tersebut, Pacifica menjual macam2 masakan khas blpp. Sebenarnya gak ada yg namanya masakan khas blpp, karena 90% penghuninya adalah suku bangsa pendatang. Semua jenis masakan bisa dicari dgn mudah. Tapi lidah saya ingin sekali ber-nostal-gila dgn Bakso SMU 1. Aslinya penjual panganan pentol ini bertempat di jalan Kapt Pierre Tandean (Gunung Pasir) bersanding dgn gedung sekolah SMUN 1 Blpp (almamater saya tercinta). Jadilah namanya Bakso SMU 1. Walaopun berembel2 ’smu’, namun harganya tidak terjangkau oleh saku siswa smu. Apalagi bila membelinya di pujasera !
Semangkuk Bakso SMU 1 dibandrol Rp 12.000. Mahal, tapi demi memuaskan rasa kangen gpp deh. Datang dgn 4 sekawan pentol yg ‘daging banget’ ditemani gorengan yg crunchy. Bakso SMU 1 cuma bikin 1 ukuran bakso, tp cukup besar dan mampu menentramkan perut. Kaldunya pun sangat lezat, persis dgn yg saya makan 5 tahun yg lalu (atau jgn2 bakso ini bikinan 5 tahun lalu ? haha..) Bakso yg anget2 pas banget ditemani dgn Es Kelapa Susu seharga Rp 6.000. Sedikit tertipu ternyata isinya nata de coco, tapi isinya banyak banget. Puas..


Tentang pujasera Pacifica sendiri, karena minimnya tempat makan di dalam plaza maka tempat ini jadi serbuan utama. Efeknya, rame & pelayanan menjadi lambat. Yg saya tidak suka adalah ketika waiter menagih bon terlebih dahulu sebelum bakso dihidangkan di meja saya. Sembari makan, pengunjung dihibur oleh home band yg kala itu tampil apik menyajikan tembang2 yg lagu IN saat ini seperti lagu2 dari Nidji.


Secara interior, standar pujasera -nothing special. Kalo sobat2 punya kesabaran menunggu, gak ada salahnya makan disini. Selain bakso juga ada sajian Chinese, Japanese, Westren dan Indonesian food -komplit.
Skor untuk Pacifica :
Food ~ 7.5/10
Decor ~ 7/10
Service ~ 6/10
Kenyang makan bakso dan capek keliling plaza, next destination is Bandar Balikpapan. Tempat ini tadinya adalah lahan kosong bekas kebakaran besar yg terjadi belasan tahun lalu. Kini disulap menjadi ruko & cafe2. Kafe yg terkenal disini adalah Ocean’s, Dapèèn & de Kafe. Yg disebut terakhir letaknya dibagian depan ruko, dekat dgn jalan raya. Sedangkan Ocean’s dan Dapèèn terletak di belakang dan mengandalkan beach view.


Saya dkk (Sani, Kapiesz, Lady & Erick) memilih untuk nongkrong di Ocean’s. Kafe ini memiliki ruangan indoor & outdoor. tapi bagi sobat yg jauh2 ke blpp, saya reccomend untuk nyoba yg outdoor saja untuk merasakan sensasi deburan ombak Selat Makassar.


Ruang outdoor terdiri dari beberapa gazebo yg didesain cukup apik dengan view menhadap ke pantai. Karena air laut tengah pasang, maka pihak kafe memasang terpal plastik transparan agar pengunjung tidak basah terkena butiran air laut yg dibawa oleh angin pantai (sepulang dari sini saya kena flu).


Liat2 menu yuuk ! Jangan kaget, dgn bbrp halaman awal yg bisa membuat sobat menelan ludah. Bukan karena foto2 makanan yg menggiurkan, tapi karena harganya yg selangit. Maklum target market kafe2 disini memang tidak hanya membidik pasar lokal tapi juga bule2 expatriat yang seliweran di blpp. Belakangan saya baru tau dari rekan milis Jalan Sutera bahwa menu yg enak disini adalah sajian Kepiting.

Perut belum lapar, matahari belum terbenam. Akhirnya saya dkk hanya memesan bbrp menu minuman yg harganya cukup terjangkau. Saya pesan mocktail, Copacabana. Menurut info waitress, minuman ini cukup favorit disana. Terbuat dari campuran pisang, alpukat, cream rossel & sirup vanilla. Rasanya rame banget. Pada sedotan awal mungkin akan terasa aneh & ada butiran2 kasar yg cukup mengganggu, tapi lama2 enak juga. Dan Rp 15.000 untuk segelas jus Copacabana tidak membuat sobat bangkrut bukan ?

Temen2 gw yg lain juga memesan aneka juice & mocktail. Lady menitahkan waitress untuk membuat campuran Jus Apel & Tomat. Sani memilih Jus Semangka. Untuk aneka Jus buah tadi harganya Rp 11.000. Erick pesen Rising Sun, yaitu mocktail dgn campuran mangga, sirup markisa, orange & susu cair. Saya incip dikit, wao… asem manis. Last but not least, Kapiesz pesen Viena Ice Coffee -cold coffee top with vanilla ice cream- seharga Rp 13.500.




Penilaian akhir, kalo sobat pengen suasana kafe yg lain daripada yg lain, Ocean’s boleh dicoba. Tp jangan lupa siapkan dompet, karena kamu bakal mengurasnya dalam2 haha…
Skor untuk Ocean’s :
Drink ~ 7/10
Decor ~ 8/10
Service ~ 6/10
nb : ada 1 menu minuman yg mengingatkan saya pada salah satu penghuni MP – Shopia Kiss (ginger brown sugar, top with vanilla ice cream) hahaha … ^_^
Special Thanx : Sani, trims traktirannya om. You’re the boss
Amore – Gelato Cafe
Agustus 1, 2006
Waktu kecil aku menderita penyakit anak ingusan pada umumnya, apalagi kalo bukan batuk & pilek. Karena itu panganan es krim sangat diharamkan untuk saya konsumsi. Skrg walopun udah kebal, saya tetap bukan penikmat es krim =P Dan sangat jarang bisa menemukan saya makan es krim selain di cafe seperti Moncheri atau de Boliva, itupun sebenarnya aku lebih enjoying suasananya ketimbang es krimnya itu sendiri ^_^
Well, 2 minggu lalu aku dapat kesempatan untuk menjajal cafe yg tergolong baru di Surabaya, Amore – Gelato* Cafe. Tidak 1 kali, tapi 2 kali -2 hari berturut-turut ! As far as I know, cafe ini ada 1 di PTC Supermall & 1 lagi di Manyar Kertoarjo -saya mampir yg disini. Berada di satu ruas jalan dgn Pizza Hut, sayang papan namanya dipasang menghadap searah dgn arus lali lintas jadi sangat rawan kelewatan (2 kali kesana, 2 kali nyaris kelewatan)
Day 1 – Kere Mode ON
Biasa, acara malam mingguan. Tanggal tua & dan habis jor-joran di resto Lime Leaf (review menyusul), saya & temen2 memutuskan untuk cuci mulut di Amore. Rame, tapi masih ada ruang buat 15 mahluk2 mokong spt saya & bolo2. Kesan pertama saya, kursinya lucu hehehe…*ndesit* Hmm… tidak lupa liat sekeliling, gak ada yg kencan berdua. Rata2 yg datang kesini berkelompok (> 2 person). Ada TV projector yg nyetel acara2 bertema lifestyle, tp rasanya gak ada yg nonton. Beda dgn de Boliva, suasana disini terlalu gremeng (berisik,red).
Ok, let’s take a look at the menu. Duh, duitku tinggal dikit. Hmm.. cari yg paling murah (liat daftar minuman aja), Oops.. Mineral Water, Rp. 5000,- *dhienk* . Masa jauh2 kesana cuma minum air putih =( Cari lagi paling murah kedua : Fizzy Float, Rp 10.450,-. Pilihan fizzy-nya ada coca cola, sprite & fanta. Trus pilihan float-nya tersedia strawberry, vanilla & chocolate. Saya pilih kombinasi cola-vanilla (digambar paling kanan). Mau tau rasanya ? Standar! [bagi saya rasa es krim dimana2 sama aja -tadinya]


Pelayan-nya tidak simpatik & agak lambat, mungkin karena malam minggu. Yah.. Day 1 berakhir begitu saja. Standar…standar…
Day 2 – Rakus Mode ON
Minggu siang, traktiran ultah koko angkat terpaksa -Trexie. Suasananya gak serame waktu malam minggu. Wah.. karena ditraktir, membuat saya bisa berfantasi liar. Oh ya, di Amore pengunjung bisa mencicipi sampel rasa es krim yg mau dipesan.


Wuuw.. nama menunya aneh2. Karena gak gitu suka makan es krim, saya pilih Double Fudge Brownies Ressurection. Dibandrol Rp 27.500,- maka kamu bisa dapetin 2 potong brownies, 1 scope es krim, ditambah irisan strawberry diatas whipped cream. Nah, abis pesen menunya gw coba ngincip rasa es krimnya. Liat2 wadahnya, yang rasa Tiramisu dah tinggal 1/4 (berarti favorit pengunjung donk). Sampel es krim-nya dicolekin dikit ama pelayannya pake sendok kayu, pas saya tes aku kira rasanya seperti kemaren, Stannddd…..*gulppp* Damn……. It’s so delicious !! (lha gratis emang enak huehehe..).


Celia pesen Seed of Crunchy, es krim dibalur gorengan tepung crispy. Katanya sih enak, ah…dasar wanita. (ampoun Ce! hehe..) Trexie pesen “Monkey in the middle of bla bla”, Wirawan pesen “Bla bla Swirl”. Sorry gak inget nama & detailnya, makanya bikin nama menu jgn susah2 donk


Pelayan……..oh lagi2 dikau menguciwakan. Mau bayar aja prosesnya lama banget, gak bisa pake Visa Electron lagi. Untung bisa pake Debit BCA, kalo nggak aku bisa terancam kora-kora (cuci piring,red).
Overall, berhubung lagi hot tempat ini bisa jadi tempat nonkrong alternative. Rasa es krim (dan harganya) diatas de Boliva, tapi masih kalah dari sisi kenyamanan.
*Gelato, erm..kira artinya makanan2 seperti es krim gitu deh. Kata temen gw -Upin, gelato tuh diplesetkan jilat’o ( lick it) =D ada2 saja kaw Pin !
Special thanks : Trexie & Celia, trims atas traktirannya & encourage me to keep blogging just the way I used to be.
Siapa ya yg bakal traktir saya untuk review berikutnya ? *wondering*
Hello world!
Juni 21, 2006
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
